Sabtu, 17 Maret 2012

AS Bantu Korban Letusan Gunung Sinabung


AS Bantu Korban Letusan Gunung SinabungPemerintah AS melalui Kantor Urusan Bantuan Bencana Luar Negeri (Office of Foreign Disaster Assistance/OFDA) Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) menyerahkan bantuan finansial dan teknis bagi masyarakat Indonesia yang menjadi korban letusan Gunung Sinabung baru-baru ini. Bantuan bagi para korban terlantar menjadi prioritas dan sampai saat ini jumlah total bantuan mencapai USD50.000.

Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit, Palang Merah Indonesia (PMI) menggunakan dana bantuan untuk membeli, membagikan, dan memenuhi kebutuhan bantuan seperti masker wajah, alat-alat kesehatan, wadah penyimpanan air bersih, selimut, plastik, dan matras. Bantuan ini juga akan digunakan untuk memperbaiki sanitasi dan layanan kebersihan sekaligus memberikan bantuan psikososial bagi para korban terlantar.

USAID/OFDA juga menyerahkan bantuan teknis dan peralatan melalui Program Bantuan Bencana Gunung Berapi (Volcano Disaster Assistance Program/VDAP) kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Center of Volcanology and Geological Hazard Mitigation/CVGHM) guna memperkuat pemantauan dan kesigapan terhadap kegiatan gunung berapi di wilayah setempat.

Berdasarkan rilis dari Kedutaan Besar AS, Senin (13/9/2010), peralatan senilai USD3.500 tersebut akan menciptakan sebuah jaringan pemantauan seismik di dekat Gunung Sinabung untuk memberikan data yang lebih baik mengenai gempa bumi akibat gunung berapi yang akan menjadi peringatan awal jika akan terjadi letusan.

VDAP akan mendirikan tiga stasiun lapangan seismik dan sebuah stasiun pangkalan di dekat Gunung Sinabung. Stasiun-stasiun ini akan memberikan data ke sebuah observatorium CVGHM baru, yang memungkinkan pemantauan gunung berapi secara langsung (real-time) dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat di sekitarnya.

Sejak tahun 2004, VDAP USAID telah bekerja sama dengan Badan Survei Geologi AS untuk memperkuat kapasitas pemantauan gunung api, mitigasi serta upaya responsif di Indonesia.

Gunung berapi Sinabung, yang terletak di Provinsi Sumatra Utara, meletus untuk pertama kalinya setelah lebih dari 400 tahun pada 29 Agustus lalu. Letusan awal diikuti oleh sejumlah letusan susulan, membuat sekitar 30.000 orang kehilangan tempat tinggal. Staf USAID terus bekerja sama dengan pejabat setempat dan lembaga kemanusiaan di Sumatra Utara untuk memantau situasi dan memberikan bantuan terkoordinasi bagi para pengungsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar